Selamat Hari Raya Idul Fitri

1 Syawal 1435 H Mohon Maaf Lahir Batin

Lagu Maroon 5

Download dan lihat Lirik dari lagu lagu Maroon 5

Bersihkan Layar laptop anda

Bersihkan Layar laptop secara berkala agar laptop menjadi bersih dan lebih nyaman.

Tutorial Membuat Style Cinematic Photography

Membuat foto style foto cinematic (foto seperti adegan dalam film), serta faktor yang membuat foto kita jadi cinematic

Cara Aman Mencabut Hardisk External

Cara Terbaik yaitu mengatur agar Windows memutus USB Port hub saat kamu melakukan safely remove hardware.

Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Tuesday, July 14, 2015

Perbedaan Harddisk, SSD, dan Flashdisk

Keawetan dan kualitas dari hardware penyimpan berikut ini mana yang lebih baik? dengan postingan berikut saya akan menjelaskan kualitas dari masing masing Hardware Penyimpan yang populer ini.


  1. Hardisk


  2. HardDisk merupakan media penyimpanan yang mengandalkan komponen bergerak, termasuk disk yang berputar dan magnetic head yang menari-nari di atasnya. Jika magnetic head tersebut mengenai disk sedikit saja, maka hampir dipastikan data yang terkena di dalamnya akan rusak.
    Ada berbagai penyebab dari insiden tersebut. Mulai dari aliran listrik yang mati mendadak, benturan fisik yang keras, bahkan kesalahan produksi. Menurut penelitian yang dilakukan terhadap 25 ribu HardDisk oleh perusahaan penyimpanan Cloud BackBlaze di tahun 2013, 5 persennya rusak di tahun pertama, sisanya akan bertahan hingga tahun keempat. Melebihi tahun keempat tersebut, terjadi peningkatan kerusakan terhadap 11,8 persen drive, dan 74 persennya akan bertahan melebihi 4 tahun tersebut.
    Selain itu, kamu juga harus menjaga HarDisk agar jauh dari benda yang mengandung magnet tinggi, karena akan merusak data di dalam Hardisk.



  3. SSD


  4. Nih perangkat penyimpanan yang lagi naik daun belakangan ini. SSD memang menawarkan berbagai kelebihan yang tidak dimiliki oleh HardDisk, mulai dari tahan guncangan hingga proses read dan write yang super cepat. Ini dikarenakan perangkat tersebut tidak menggunakan komponen bergerak di dalamnya untuk menyimpan data. Tapi jangan senang dulu, tidak ada hardware yang sempurna. SSD memiliki kelemahan dalam siklus read dan write. Masing-masing blok yang dimiliki oleh SSD hanya sanggup untuk melakukan siklus tulis dan baca hingga ribuan kali. Tapi tenang, siklus ribuan kali tersebut tentu saja dapat agan tempuh hingga bertahun-tahun. Selain itu, apabila memang agan berhasil membuat siklus tersebut habis, data di dalamnya akan menjadi read-only dan tidak akan hilang.
    SSD juga rentan terhadap ganguan suplay listrik. jadi apabila tiba tiba listrik mati, maka dati di dalamnya akan di pastikan corrupt. tpi menurut Dell, SSD dapat awet paling burung selama 3 bulan dan paling lama hingga 10 tahun. 

  5. Flashdisk

Perangkat penyimpan yang paling banyak di gunakan masyarakat saat ini. mengingat harganya yang terjangkau maka modul memori di dalamnya juga memiliki kualitas di bawah modul memori milik SSD. Masalah siklus tulis dan baca juga menjadi perhatian terhadap perangkat ini. Biasanya FlashDisk masih akan berjalan dengan baik hingga siklus ke 3000 hingga 5000.
Perlu diingatkan bahwa FlashDisk memang bukan diperuntukkan untuk menyimpan file dalam waktu yang lama. Ia lebih berfungsi untuk memindahkan suatu file dari satu perangkat ke perangkat yang lain secara praktis. Semakin sering kegiatan tersebut dilakukan, maka daya tahannya akan terus menurun. Menurut teori dari Flashbay, sebenarnya FlashDisk dapat menyimpan data hingga 80 tahun apabila tidak digunakan dan berada di lingkungan yang tepat. Tapi kita semua tahu itu semua tidak mungkin terjadi kan?
Mari kita ambil hitung-hitungan masuk akalnya saja. FlashDisk dapat bertahan hingga beberapa tahun apabila digunakan secara normal, namun Ia bahkan hanya dapat bertahan beberapa bulan saja apabila digunakan secara berat dan terus menerus.


Wednesday, May 27, 2015

Apa itu Exposure

Exposure tuh apa an sih? Kok kayaknya exposurenya terlalu gelap yah? Apa gak terlalu OE (Over exposed) tuh poto? Duh, seharusnya exposure saya harusnya gimana sih?

Nah, exposure itu bisa di golongkan kepada 3 nama yang saling erat hubungannya, mereka adalah: § Aperture = bukaan diafragma lensa biasanya dalam ukuran f/2.8, f/5.6 dan seterusnya § Shutter Speed = bukaan berapa lama film menerima cahaya sewaktu diafragma di buka; dalam ukuran 2s, 1/250s ,1/500s, dan seterusnya (s = seconds, detik) § ISO, Speed of the film = internasional standard untuk sensitifnya film. contoh: ISO 400 lebih sensitif daripada ISO 200, ISO 200 lebih sensitif daripada ISO 100, dan seterusnya.

        1. APERTURE (Diafragma):
Aperture adalah bukaan lensa untuk mengatur berapa banyak cahaya yang masuk. Ukuran aperture biasanya bisa di liat dengan f/ number. Semakin besar nomer f/ nya semakin kecil bukaan lensanya. Dengan kata lain, semakin kecil nomer f/ nya, semakin GEDE bukaan lensanya. CONTOH: f/2.8 bukaannya lensanya tuh lebih besar daripada f/11. Aperture ini lah yang biasanya orang orang di kritik fotografer.net pada bilang "Wahhhh bagus bener DOFnya, bagus bener pemandangannya!" Nah sekarang ngerti kan kalo Aperture ini adalah sang komandan yang bertanggung jawab atas wilayah ketajaman di dalam satu foto. DOF, kepanjangan dari Depth-of-Field, yaitu wilayah di sekeliling subject yang di rekam oleh camera yang layak tampil tajam di hasil potonya. Ukuran Aperture dalam perbedaan ukuran satu stop adalah: f/2 -> f/2.8 -> f/4 -> f/5.8 -> f/8 -> f/11 -> f/16 -> f/22 Dari f/2 sampe ke f/2.8 di katakan Aperturenya turun 1 stop dalam kata laen -1. Dari f/4 turun 3 stop ke f/11. Di katakan turun adalah jumlah cahaya yang masuk melalui diafragma kan lebih sedikit jadi oleh karena itu di katakan turun.

        2. SHUTTER SPEED (Kecepatan penutup lensa) Nah apa ini? Kalo tadi Aperture kan ngatur berapa banyak cahaya yang masuk kan? Nah kalo Shutter Speed ini ngatur berapa lama cahaya itu masuk ke film. Contohnya: shutter speed 2s (2 detik) tentunya cahaya yang masuk lebih lama ya kan? kalo shutter speed 1/1000s ( 1/1000 detik lho) ya jelas aja cahaya yang masuk cuman sekilat aja. Gampang kan?
Urutan Shutter Speed dalam perbedaan ukuran satu stop adalah:
1/8 -> 1/15-> 1/30 ->1/60 ->1/125 ->1/250 ->1/500 ->1/1000 (dalam detik)

        3. ISO, Speed of Film
Begini saja, anggap saja ISO ini adalah kumbang yang bekerja di dalam camera anda. Kalo di camera saya saya set ke ISO 400 berarti saya mempunyai 400 kumbang yang bekerja, jika anda set camera anda ke ISO 100 berarti anda cuman punya 100 kumbang untuk bekerja di dalam kamera anda.
Nah ukuran ISO dalam perbedaan satu stop adalah:
100 ->200 ->400-> 800 ->1600
ISO 800 adalah 3 kali lebih sensitif daripada ISO 100 (lebih sensitif terhadap cahaya 3 stop), tetapi hasil potonya mungkin agak grainy (seperti berpasir) Nah dalam hal ini lah yang harus menjadi pertimbangan anda kapan harus kompensasi demikian.

Tuesday, May 26, 2015

Istilah Dalam Fotografi

Istilah - Istilah Dalam Fotografi :

  1. Angle of View Sudut pandang dalam pengambilan objek foto.
  2. Aperture Bukan diafragma; alat yg mengatur seberapa besar cahaya yang masuk kedalam kamera di lensa. Available light cahaya yg ada
  3.  AutoFocus Focus otomatis; focus lensa yang bekerja otomatis dalam waktu yang relatif cepat.(tergantung dari lensa dan kondisi pencahayaan)
  4.  Back focus Focus dibelakang objek.
  5.  Back light pencahayaan yang berasal dari belakang objek foto
  6.  Battery Grip attachment tambahan yang dipasang di base camera...berisi batre ...bisa berupa batre bawaan kamera...atau batre AA (perlu tambahan lagi).
  7.  Blitz/Speedlight/Flash alat bantu dalam pemotretan yang memancarkan sinar secara cepat untuk memberi pencahayaan ke objek.
  8.  Bracketing Menaikkan ato menurunkan ukuran pencahayaan pada pemotretan untuk memperoleh pencahayaan yg tepat.
  9.  BOKEH bidang blur/out of focus..hasil dari Depth of Field.
  10.  Bounce Efek pencahayaan terhadap objek foto dari speedlight yang dipantulkan ke atas/samping/bawah.
  11. Bulb sarana pada pengukuran shutter speed yang dapat diatur sendiri sesuai dengan keinginan memotret (tulisan bulp biasanya muncul bila lebih dari 30detik).
  12. CA ato Chromatic Abberation. Istilah CA ini kalo di fotografi dihubungkan dengan warna biru ke ungu-unguan di sekitar suatu objek. CA disebabkan oleh lensa yg punya refractive index yang berbeda di setiap light wavelengths. Semakin complex design lensa, semakin mungkin CA ini buat terjadi. Bisa diliat dr lensa zoom dan superzoom atau lensa wide bakal punya CA yg lebih parah drpd lensa prime. Makanya lensa yang mahal akan pake UD (Ultra low Dispersion) glass buat mengurangi CA ini. Sedangkan sigma pake elemen lensa yang bernama APO, Achromatic. Atau ED untuk Nikon.
  13.  CCD (si si di) Charged Coupled Diode. Sensor yang kebanyakan digunakan pada kamera digital.
  14. CMOS (si mos) Complementary Metal Oxide Semiconductor. Sirkuit yang sering di gunakan pada chip elektronik dan juga sensor image(digunakan pada beberapa kamera canon). Beberapa kamera juga menggunakan CMOS untuk lightmeter internalnya.
  15.  Colourmeter alat untuk mengukur atau menghitung temperature warna.
  16.  Croping memotong bagian atau sisi tertentu dari bidang foto.
  17. Depth of Field lebar bidang fokus; ruang tajam; boleh dikata sebuah ruang di depan kamera, dimana objek yang berada ddlmnya mempunyai ketajaman tertentu.
  18. Exposure Hasil pengaturan bukaan diafragma dan shutter speed yang menentukan pencahayaan objek.
  19. Emulsi Film(SLR) Lapisan bahan pada film yang peka terhadap cahaya.
    Fill in melunakkan bayangan pada objek foto.
  20. Film Media untuk merekam gambar yang terdiri atas sebuah lapisan tipis yang mengandung emulsi peka diatas lapisan yang fleksibel dan transparan. --tapi kayaknya hari gini sih jarang banget kita nemu 'film'. yang banyak juga kamera digital :D
  21. Filter terbuat dari sistem optik yang dipasang pada bagian depan lensa.
  22. Fish eye lens lensa sudut lebar dengan ukuran 16mm ke bawah.
  23. Fluorite bahan yang bisa digunakan untuk menjadi lensa..karena memiliki karakteristik dispersi cahaya yang sangat rendah (efek pelangi)..jadi digunakan sebagai elemen Low Dispersion Lens di kebanyakan Lensa Canon Seri L..
  24. Focus kalo dbuku Fisika jaman gw smp/sma namanya titik api , titik tempat pertemuan cahaya melalui lensa; ketajaman lensa melalui view finder.
  25. Front focus focus di depan objek
  26. Front light pencahayaan dari depan.
  27.  Grainy kalo di film : butiran lapisan emulsi film. Butiran dalam film akan tampak sebagai titik2 dalam hasil cetak foto. kalo di digital : butiran yg muncul karena menaikkan sensitifitas cahaya pada sensor.
  28.  High key Cara memotret yang mana kebanyakan putih ato bercahaya pada image.
  29.  HOT SHOE tempat buat connect external blitz (yg ada di atas camera)
  30.  ISO International Standarts Organization, dulunya di kenal dengan namaASA(American Standarts Association) ato DIN (Deutsche Industrie Norm) merupakan standard umum yang digunakan untuk ukuran kepekaan terhadap cahaya. 
  31. Lightmeter alat yang berfungsi untuk mengukur pencahayaan yang diperlukan untuk pemotretan.
  32. Low-Key teknik pemotretan yang kebalikan dari High Key sehingga didominasi oleh warna hitam.
  33. Medium Format Camera Kamera yang pada prinsipnya sama dengan SLR, cuman menggunakan film yg berbeda, 120mm.(ada beberapa yg menggunakan sistem TLR)
  34. Monopod Penyangga 1 kaki untuk kamera.
  35. Motordrive(SLR) alat yang berfungsi untuk menggulung film.
  36. Noise bintik2 warna yang gak beraturan biasanya gara2 kalo sensor sebuah kamera digital lagi diset di high ISO.. ini dikarenakan kalo lg high iso, sensor itu nyerep lebih banyak listrik, trus jadinya panas, akhirnya hasil analog yg diubah ke digital gak sempurna de dan biasanya sensor CCD butuh listrik lebih banyak daripada sensor CMOS jadinya CCD lebih banyak noise, tapi di low sensitivity, CCD menang kualitas, karena pemrosesan analog menjadi data digital bisa dilakukan lebih banyak di CCD..
  37. Shutter Speed pengaturan kecepatan tutup "jendela" kamera dalam menangkap pencahayaan yang masuk.
  38.  Over Exposure Pemotretan dengan cahaya yang berlebihan sehingga menimbulkan efek terlalu terang.
  39.  Red Eye Efek titik merah pada mata objek karena pantulan lampu kilat.
  40.  Reflektor alat bantu pada pemotretan yang berfungsi memantulkan cahaya.
  41.  Self timer Alat hitung mundur yang tersedia di kamera.
  42. Shadow bidang gelap (bayangan mah arti di kamusnya..)
  43. Side Light pencahayaan yang berasal dari samping objek foto
  44.  SLR Single Lens Reflex. Model kamera yang menggunakan cermin putar untuk memantulkan objek pada view finder. DSLR, digital SLR.
  45.  Still Life pemotretan benda tak bergerak.
  46. Stop ukuran menaikkan ato menurunkan bukaan aperture atau shutter speed dari nilai normal.
  47.  TLR Twin Lens Reflex, refleks lensa kembar. Pembidikan dilakukan secara vertical pada bagian atas lensa dan tidak langsung ke lensa utama.
  48. Tripod Penyangga 3 kaki untuk kamera.
  49. Under Exposure Image kurang cahaya.
  50.  View Finder Jendela bidik.
  51.  Wide Lens lensa sudut lebar
  52.  Asa singkatan dari american standar assosiation. Yaitu standar kepekaan film. Pengertiannya sama dengan ISO, hanya saja nama ASA dahulu umumnya dipakai diwilayah amerika. Kecepatannya diukur secara aritmatis.

Sunday, May 24, 2015

Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Membeli Laptop


Mau membeli laptop tidak hanya asal membeli. Harus di sesuaikan denga kebutuhan. ada bebrapa Laptop yang di gunakan untuk semua kebutuhan. Namun, untuk beberapa hal, memang di butuhkan laptop dengan spesifikasi khusus. Seperti untuk Ngegame, Desain Grafis, dan juga Edit.
Untuk mengerjakan hal hal tersebut memang di butuhkan laptop yang cukup kuat untuk pengolahan grafis baik gambar, video maupun suara. Laptop dengan spek biasa tidak akan bias digunakan untuk melakukan hal tersebut. Karena laptop akan lelet dan tidak merespon. Berikut ini ada beberapa spesifikasi khususnya dalam hal perangkat laptop untuk Game, Desain dan juga Edit.
1.      Prosesor
Prosesor meurapan otak dari laptop yang tugasnya untuk memproses berbagai aktivitas. Untuk menjalankan suatu game ataupun mengedit/mendesain sesuatu yang membutuhkan aktivitas proses yang rumit dan berat, maka dibutuhkan prosesor kuat untuk mengolahnya. Dengan perkembangan komputer yang ada sekarang, maka prosesor yang memiliki inti lebih dari dua merupakan pilihan yang tepat.
2.      Resolusi Layar
Resolusi layar sangat menentukan kualitas gambar yang akan muncul di layar laptop kamu. Ada banyak game yang sengaja di buat dengan resolusi besar agar lebih detail dalam memainkanya.  Resolusi layar berbeda dengan ukuran layar. Sebuah layar laptop yang memiliki ukuran yang besar mungkin saja memiliki resolusi layar yang rendah. Kamu tentunya pasti membutuhkan resolusi layar yang cukup tinggi. Carilah laptop yang memiliki resolusi layar yang berada diatas kisaran 1000×1000, sehingga kamu dapat bermain dan mendesain karyamu dengan lebih mendetil dan indah.
3.      VGA
Hal berikut yang penting untuk diperhatikan adalahVGA. VGA (Kartu grafis) bekerja seperti prosesor namun lebih khusus untuk memproses segi grafis dan visual. Hampir keseluruhan dalam desain grafis adalah soal visual dan grafis. Oleh karena itu, VGA menjadi sangat penting. Untuk desain grafis, kartu grafis yang paling memadai adalah jenis kartu grafis yang bukan built in, melainkan dedicated graphics card yang memiliki RAM sendiri.
4.      RAM
Ukuran RAM adalah hal penting lainnya yang harus diperhatikan dalam pembelian laptop apapun, khususnya untuk desain grafis dan Game. RAM berhubungan langsung dengan jumlah program yang dapat kamu jalankan di laptopmu di saat bersamaan. Apabila ukuran RAM yang kamu miliki kecil, kamu tidak akan dapat membuka banyak program di saat bersamaan.

Sebagai seorang desainer grafis atau juga Gamer, kamu mungkin sudah tahu bahwa kebanyakan program pengolahan gambar membutuhkan alokasi RAM yang cukup besar. Maka dari itu, carilah laptop untuk desain grafis yang memiliki RAM diatas 4 GB sehingga kamu bisa dengan leluasa mendesain karyamu tanpa terganggu lag atau kekhawatiran terjadinya crash.
5.      Budget
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah soal harga atau budget. Sebagian besar laptop untuk desain grafis memiliki spesifikasi yang kuat sehingga harganya pun akan lebih mahal. Oleh karena itu, dalam membeli laptop untuk desain grafis, budget merupakan hal non teknis yang penting untuk diperhatikan.

Jadi , pertimbangkanlah hal hal di atas sebelum membeli laptop. Pilihlah laptop sesuai dengan kebutuhanmu.

Wednesday, May 20, 2015

PRINSIP KERJA UPS

Setiap PC membutuhkan daya listrik. Kalau aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power nya tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan dengan aman, dan komputer dapat dimatikan dengan benar. Jadi fungsi UPS itu BUKAN agar user tetap dapat bekerja.

UPS memiliki dua sumber daya listrik : Primary Power Source dan Secondary Power Source. Salah satunya berasal dari main power (stop kontak / PLN), satunya dari baterai UPS. Di dalam UPS terdapat Switch yang mengatur sumber daya listrik mana yang digunakan untuk menyediakan suplai listrik ke beban (PC). Jika Primary Power Source tidak berfungsi, Switch akan mengaktifkan Secondary Power Source secara otomatis. Begitu juga sebaliknya jika Primary Power Source sudah kembali berfungsi.

PSU komputer membutuhkan arus listrik AC, sedangkan arus listrik dari baterai adalah DC. Oleh karena itu, di dalam UPS terdapat Inverter yang mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC. Di dalam UPS juga terdapat Rectifier yang mengubah arus AC dari main power menjadi arus DC untuk mengisi baterai pada saat main power bekerja.
Gambar 1 : Diagram paling simpel dari UPS

Udah pake UPS pas listrik mati kok PC tetep restart? Jangankan pas PLN mati, pas PLN hidup aja PC bisa restart sendiri.

Ada beberapa jenis gangguan suplai daya listrik ke PC antara lain :

1. Noise
Ini kalo tegangan (voltase) naik/turun tapi cuma sedikit (persentasenya kecil). Kalo standar 220 volt, sekitar 200 - 240 volt itu masih bisa dianggap noise. Kalopun selisih banyak, biasanya bertahap (gak langsung drop banget atopun tinggi banget). Noise yang macem begini biasa diatasi pake AVR. Tapi ya itu, AVR pun ada kelasnya. Ada yang cuma model sirkuit harga 50 ribuan, ada yang servo-motor harga 200 ribuan, ada yang ferro-resonant harga 700 ribuan (untuk 500VA semua loh). Ada harga ada rupa lah. PSU yang bagus juga biasanya sanggup ngatasi masalah Noise walopun gak pake AVR di luar PC.
Gambar 2 : Sinyal AC yang terganggu oleh Noise

2. Blackout
Ini kalo main power (PLN) tidak bekerja. Fungsi dasar UPS untuk mengatasi Blackout. Kalo mau ngetes fungsi UPS yang paling dasar ini ya cabut aja kabel power UPS nya dari stop kontak pas komputernya nyala. Tinggal diliat komputernya mati/restart gak.

3. Brownout / Sag
Ini kalo tegangan (voltase) dari main power turun (drop) dan naik lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Dropnya bisa nyampe separo dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Kita kadang bisa mendeteksi adanya Brownout ini ketika lampu di ruangan seperti berkedip.

Penyebab Brownout pada umumnya adalah karena ada tambahan beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya ada yang nyalain mesin las listrik atau mesin produksi kapasitas besar. Tambahan bebannya itu gak harus di rumah / kantor kita lho, bisa aja tetangga kita yang nyalain mesin trus pengaruh ke listrik kita lewat jaringan PLN.

Brownout ini lebih berpotensi menimbulkan masalah dibanding Blackout. UPS murahan belum tentu bisa ngatasi masalah Brownout ini. Yang harus diingat, kemampuan UPS untuk mengatasi Brownout ini TIDAK BISA dites dengan cara memutus main power ke UPS & menyambungnya kembali walaupun dalam waktu yang sangat singkat. Dulu UPS yang kualitasnya kurang bagus saya colokin ke stavolt, komputernya dinyalain, trus power switch dari stavoltnya di-off & on-kan secepat mungkin, komputer gak mati / restart. Tapi pas lampu di ruangan kedip, komputernya tetep restart juga.

4. Surge & Spike
Kebalikan dari Brownout / Sag, ini kalo tegangan (voltase) dari main power melonjak dan turun lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Naiknya bisa nyampe puluhan kali dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Jadi kalo tegangan normal listrik kita 220 volt, surge ini bisa bikin jadi 2000 volt atau bahkan 10000 volt.

Penyebab Surge pada umumnya adalah karena ada berhentinya beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya pas mesin las listrik atau mesin produksi kapasitas besar dimatiin. Surge juga bisa terjadi ketika main power kembali nyala setelah terjadinya Blackout.

Istilah Spike lebih sering dipake untuk lonjakan tegangan akibat petir (lightning strikes). UPS berkualitas tinggi biasanya juga dilengkapi dengan Surge Protector.

JENIS - JENIS UPS

Pada dasarnya, UPS cuma ada 2 jenis, yaitu OFFLINE dan ONLINE. Perbedaannya adalah pada sumber daya listrik mana yang jadi Primary Power Source, mana yang jadi Secondary Power Source.

Pada UPS jenis OFFLINE, sumber listrik primer adalah stop kontak / PLN, sumber listrik sekunder adalah inverter (dari baterai). Beberapa yang termasuk istilah lain ataupun varian dari OFFLINE UPS ini antara lain : Standby UPS, Ferroresonant-Standby UPS, Line-Interactive UPS, Voltage & Frequency Dependent (VFD) UPS, Voltage Independent (VI) UPS.

Karakteristik penting yang ada pada Offline UPS adalah adanya Switch Time atau Transfer Time, yaitu waktu yang diperlukan oleh Switch untuk pindah dari sumber listrik primer ke sumber listrik sekunder pada saat sumber listrik primer dianggap gagal berfungsi, sehingga ada jeda waktu dimana beban tidak mendapat listrik.
Gambar 3 : Offline UPS
Garis putus - putus menunjukkan sumber listrik sekunder


Offline UPS generasi sekarang biasanya memiliki Transfer Time kurang dari 4 milidetik (4 ms). Cukupkah Transfer Time segitu? Tergantung PSU nya. Di PSU ada spesifikasi Hold Time atau Holdup Time yang menunjukkan berapa lama PSU masih bekerja sebelum benar - benar mati jika aliran listrik terputus.

Penjelasan soal Hold Time atau Holdup Time bisa dilihat di threadnya Bung Khurios2000 yang udah di-sticky. Yang penting Transfer Time nya UPS harus lebih kecil daripada Hold Time nya PSU. Adanya Transfer Time membuat sebagian orang tidak menganggap Offline UPS sebagai UPS karena tidak benar - benar "uninterruptible".

Sepanjang pengalaman saya, Transfer Time 4 ms biasanya cukup untuk PSU abal-abal sekalipun. Cara membuktikannya ya sama dengan cara membuktikan kemampuan UPS mengatasi Blackout seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Pada UPS jenis ONLINE, sumber listrik primer adalah inverter (dari baterai). Inverter bekerja terus - menerus menyediakan listrik dari baterai untuk beban (PC), sedangkan rectifier dari AC ke DC bekerja terus - menerus untuk mengisi baterai. Itu sebabnya juga disebut DOUBLE CONVERSION UPS atau DOUBLE CONVERSION ONLINE UPS. Kalau main power tidak berfungsi, hanya rectifier dari AC ke DC yang berhenti bekerja, sedangkan kerja inverter tidak berubah (tidak ada Transfer Time / Switch Time). UPS jenis ini juga disebut Voltage & Frequency Independent (VFI) UPS karena tegangan dan frekuensi outputnya tidak dipengaruhi oleh input.

Pada Online UPS juga terdapat Switch yang otomatis mengambil aliran listrik dari sumber listrik sekunder (langsung dari PLN) jika inverter / baterai tidak bekerja. Biasanya Switch ini juga bisa difungsikan secara manual (manual bypass) untuk maintenance baterai. Tidak adanya Transfer Time / Switch Time membuat sebagian orang menyebut Online UPS sebagai "True UPS".
Gambar 4 : Online UPS
Garis putus - putus menunjukkan sumber listrik sekunder



SPESIFIKASI UPS

Kalo milih UPS, ada spesifikasi yang bisa dibaca di box / manual / website nya. Di sini cuma dibahas beberapa spesifikasi yang penting untuk diperhatikan.

1. UPS Type / Topology
Jenis UPS ini yang paling penting. Intinya: ONLINE atau OFFLINE? Biasanya, kualitas inverter di Online UPS secara umum lebih baik daripada di Offline UPS. Hal ini karena diasumsikan inverter di Offline UPS hanya berfungsi kadang - kadang dan dalam waktu yang relatif singkat. Jadi kalo kualitasnya gak persis ama listrik PLN ya dianggap gak terlalu berisiko merusak PC. Beda dengan Online UPS yang inverternya bekerja terus - menerus, jadi kualitas outputnya harus bener - bener bagus.

2. Load Rating (Capacity & Run Time)
Kapasitas UPS tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Mau dipake berapa PC? Total daya berapa Watt? Yang harus diingat, kapasitas UPS (juga perhitungan beban) ini bisa dinyatakan sebagai Apparent Power, bisa juga sebagai True Power.

True Power = Power Factor x Apparent Power

Biasanya Apparent Power dinyatakan dalam satuan VA (Volt-Ampere), sedangkan True Power biasa dinyatakan dalam satuan Watt. Jadi ada UPS yang nulis spec Maximum Load-nya 600VA (480 Watt). Artinya Apparent Power = 600VA, True Power = 480Watt, Power Factor = 0,8. Kalo di spec UPS cuma ada Apparent Power (pake satuan VA), untuk amannya ambil Power Factor (faktor daya) = 0,6.

UPS yang bagus biasanya dia punya tabel / gambar Run Time seperti ini.